L♥Ve'a

giVe oTherS iN oUr LifE

Taman laut bunaken April 21, 2010

Filed under: Dasar Laut,tErumbu kArang — loveabi @ 11:45 am
Advertisements
 

Video sungai dasar laut

Filed under: Dasar Laut — loveabi @ 11:41 am
 

Cerobong Alam Laut Terdalam April 19, 2010

Filed under: Dasar Laut — loveabi @ 11:07 am

Di dasar Laut Karibia, baru-baru ini ditemukan sejumlah cerobong udara panas di kedalaman 3,1 mil bawah laut. Ini merupakan sebuah temuan yang terdalam.
Live Science, Senin (12/4) menulis, cerobong-cerobong panas yang biasa disebut Black Smoker ini merupakan lubang angin hidrotermal yang memuntahkan besi sulfida berwarna hitam dan terletak di kedalaman 5 kilometer di Palung Cayman di Karibia.
Sebaliknya, White Smoker adalah lubang angin yang lebih dingin dan lebih banyak mengandung komponen yang membuat warnanya menjadi putih. Sejauh ini lubang angin laut terdalam yang pernah ditelusuri adalah yang sedalam 2,6 mil (4,2 km) di bawah laut. Lubang angin pertama ditemukan pada tahun 1977 di Patahan Galapagos, lepas pantai Ekuador.
Temuan ini berhasil diabadikan oleh alat kendaraan jarak jauh dan bawah laut HyBIS yang dipimpin oleh pakar geologi Bramley Murton dari National Oceanography Center (NOC) dari Southhampton.
Seperti penemuan sebelumnya, lubang angin kebanyakan ditemukan di sepanjang punggung Mid-Ocean yang merupakan rantaian pegunungan yang mengelilingi bumi.  Lempeng bumi raksasa sering bergerak terpisah untuk menciptakan retakan di mana lava dapat membuat celah untuk mengalir ke permukaan.
Sebagai tambahan, untuk menjelajahi dasar laut Palung Cayman, kenderaan HyBIS dibantu dengan robot kapal selam yang disebut Autosub6000. Rencananya, penjelajahan akan dilanjutkan untuk meneliti kehidupan laut dan organisme di sana

 

460 Titik Harta Karun Ditemukan di Dasar Laut Indonesia

Filed under: Dasar Laut — loveabi @ 11:02 am

ndonesia memiliki 460 titik situs harta karun peninggalan masa lampau yang tersimpan di bawah permukaan laut. Sebagian besar belum diangkat di bawah reruntuhan kapal-kapal dagang kolonial abad lampau.

SURYA HELMI Direktur Peninggalan Arkeologi Bawah Air Departemen Kebudayaan dan Pariwisata pada suarasurabaya.net, Kamis (15/04) mengatakan titik-titik itu terdeteksi lewat penelusuran dokumen sejarah yang ada.

“Bisa jadi lebih banyak lagi karena UNESCO sendiri mencatat ada 3 juta situs peninggalan arkeologi di bawah laut dimana 10%nya ada di Indonesia. Artinya, bisa jadi ada 300 ribu situs harta karun di negeri kita,” kata dia.

Situs harta karun itu tersebar di sepanjang jalur perdagangan mulai Selat Malaka, Laut Jawa, Selat Madura, sampai ke perairan Maluku.

Berapa nilai harta karun yang terbenam di dasar laut Indonesia, SURYA belum bisa memastikannya karena belum pernah dilakukan penaksiran. Tapi dari hasil pengangkutan harta karun resmi yang dilakukan sekitar 20 kali sepanjang sejarah RI, kata dia, belum pernah sekalipun dijual.

“Secara tidak resmi memang pernah, seperti yang dilakukan MICHAEL HATCHER seorang pemburu harta karun dari Australia yang mengangkat harta karun di perairan Riau. Dia menjual 240 batang emas dan keramik kuno di Balai Lelang Jerman.

Baru pada 5 Mei mendatang, kata SURYA, akan dilakukan lelang harta karun yang diangkat dari perairan Cirebon, peninggalan abad 9 berupa keramik, stempel, emas dari 5 dinasti China. “Total ada 240 ribu item barang yang nilainya mencapai Rp1 triliun,” kata SURYA.

Peninggalan bersejarah ini, kata SURYA, juga sudah disortir dimana seribu item sudah ‘diamankan’ untuk masuk koleksi nasional.(edy)

 

Makhluk-makhluk Unik Huni Gunung Api Dasar Laut

Filed under: Dasar Laut — loveabi @ 11:01 am

Gunung api aktif yang diberi nama NW Rota-1 di dasar laut sekitar Guam, sebuah pulau di bagian barat Samudera Pasifik, menjadi hunian makhluk-makhluk laut yang unik. Meski sering terjadi letusan, makin banyak yang datang menghuni kawasan tersebut.

Di antaranya udang, kepiting, siput, dan ketam. Beberapa di antaranya bahkan diperkirakan spesies baru. Pengamatan terakhir dilakukan menggunakan kapal robot bawah laut bernama Jason yang dikendalikan dari kapal riset R/V Thompson pada ekspedisi April lalu.

“Mereka mampu beradaptasi terhadap lingkungannya dan bertahan di lingkungan yang mengandung zat kimia beracun,” ujar Bill Chadwick, seorang vulkanolog dari Oregon State University. Ia mengatakan kedatangan jewan-hewan laut karena banyak sumber makanan baru di sekitar bekas letusan.

Semburan gas hidrotermal dari perut gunung telah membawa material organik yang menjadi tempat hidup bakteri. Lapisan subur inilah yang menjadi daya tarik kehadiran makhluk-makhluk lainnya. Bahkan beberapa di antaranya menyesuaikan dengan lingkungan yang baru seperti sejenis udang yang memiliki pengait kecil untuk mengeruk bakteri dan jenis lainnya yang memiliki pengait besar untuk memangsa hewan lain yang berukuran lebih kecil.

Aktivitas gunung api bawah laut ini telah membentuk kerucut setinggi 40 meter dan selebar 300 meter. Para peneliti akan mempelajari hubungan munculnya gunung ini dengan terbentuknya komunitas makhluk hidup seiring aktivitas gunung tersebut.

“Seiring tumbuhnya kerucut tadi, kami telah melihat peningkatan populasi hewan yang hidup di sana,” ujar Chadwick. Ia dan timnya telah melakukan pengamatan dua kali sebelumnya pada 2004 dan 2006.

Dengan mempelajari hal tersebut, mereka berharap dapat mengungkap proses pembentukan kehidupan di laut.

 

Gelombang Di Dasar Lautan

Filed under: Dasar Laut — loveabi @ 10:57 am

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang “terjadi
pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis
yang berbeda.” Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan
di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa
jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti
gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang
permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya
dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat
tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)
Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur”an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas.
Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut.
Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan
tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang
terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini
memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur”an adalah kalam Allah.
Kadar Hujan
Fakta lain yang diberikan dalam Al Qur’an mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke
bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut;
“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan
dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (Al
Qur”an, 43:11)
Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan
dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513
trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi
dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang
menurut “ukuran atau kadar” tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini.
Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak
akan mampu membuat siklus seperti ini.
Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah “tetap”: yakni
513 triliun ton. Jumlah yang tetap ini dinyatakan dalam Al Qur”an dengan menggunakan istilah “menurunkan air
dari langit menurut kadar”. Tetapnya jumlah ini sangatlah penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi
dan, tentu saja, kelangsungan kehidupan ini,..
Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan
ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak
pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama
seperti dinyatakan dalam Al Qur’an.
Keajaiban AlQuran

 

Museum Dasar Laut, Kapal Romawi Kuno Muncul

Filed under: Dasar Laut — loveabi @ 10:55 am

Pejabat Departemen Kebudayaan Italia hari Jumat (24/7) lalu mengatakan, Arkeolog menemukan lima kapal karam Romawi Kuno yang masih utuh di pantai barat di perairan dekat sebuah pulau kecil di lepas pantai Italia, kapal tersebut tenggelam sekitar abad pertama sampai abad ke-4 SM, kapal tersebut membawa sejumlah barang-barang seperti porselen dan kontainer yang penuh dengan isi. Berita yang menarik adalah bahwa kapal ini termasuk barang-barang bawaannya masih dalam kondisi baik, tidak rusak oleh pemburu harta karun atau alam, seperti sebuah museum arkeologi di bawah laut.

Kapal yang tenggelam ini terletak di wilayah barat dekat sebuah pulau kecil Ventotene di antara Roma dan Napoli. Sejak dahulu kala perairan di kawasan tersebut merupakan rute terusan komersial yang penting, karena wilayah tersebut sering diserang oleh badai dan aliran air laut yang tidak stabil, maka sering juga ditemukan reruntuhan sejumlah bangkai kapal kuno. Tetapi kapal ini berbeda dengan reruntuhan kapal karam masa lalu, ini ditemukan oleh para ahli di laut yang lebih dalam, dengan kedalaman sekitar 100-150 m, sehingga terhindar dari pengaruh badai dan aliran air laut yang berbahaya dan masih tersimpan utuh.

Pada awal saat penemuan kapal oleh arkeolog ini masih menghadapi persaingan pemburu harta, sebagai akibat dari kemajuan teknologi, kedalaman yang dapat dicapai oleh pemburu harta semakin dalam, Annalisa Zarattini dari Departemen Kebudayaan yang bertanggung jawab atas arkeologi dalam laut berkata: “Suatu hal yang terpenting dari arkeologi ini adalah kita terlebih dahulu menemukannya dibandingkan dengan para pemburu harta karun. ” Kapal yang tenggelam ini ditemukan oleh Departemen Kebudayaan Negeri tersebut yang bekerja sama dengan Aurora Trust perusahaan eksplorasi laut Amerika Serikat, prosesnya adalah setelah team peneliti melalui teknologi sonar melukis gambar dasar laut, kemudian menggunakan kendaraan remote control tanpa awak lebih lanjut mengkonfirmasian keberadaan kapal yang tenggelam tersebut.

Berdasarkan penelitian kapal karam sekarang dan barang antik yang telah diangkat, sejarah barang antik tersebut adalah sekitar dua ribu tahun. Dalam kapal memuat banyak kontainer, sebagian besar adalah porselen, di dalam terisi banyak barang seperti anggur, minyak zaitun, kecap ikan dan komoditi lainnya, masih terdapat sejumlah logam dan peralatan dapur, ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. Saat ini, beberapa bagian benda kuno kecil telah dikeluarkan dan diberikan kepada laboratorium penelitian dan di pamerkan di pulau kecil Ventotene.

Secara umum, penemuan kapal karam di Mediterania bukan berita yang khusus, tetapi sebagian besar reruntuhan kapal yang ditemukan merupakan bangkai, dan kapal yang masih utuh ini kelestariannya sangat langka, salah satu kapal yang paling panjang adalah sekitar 20 meter, itu termasuk kapal berukuran medium saat itu. Di sisi lain, badan kapal mendarat secara lurus di dasar laut, tidak terdapat keterbatasan penelitian karena perahu terbalik, oleh sebab itu memberi kesempatan yang paling baik bagi para tenaga ahli untuk melakukan penelitian terhadap seluruh kapal dan semua barang muatannya. Zarattini berkata: “Di sini seperti sebuah museum dasar laut.”(Dajiyuan/lim)