L♥Ve'a

giVe oTherS iN oUr LifE

all aBout pEnyu April 22, 2010

Filed under: Penyu — loveabi @ 9:19 am

Penyu adalah kura-kura laut. Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 – 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.

Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 – 73 hari.

Masa Bertelur

Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 – 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.

Penyu yang menetas di perairan pantai Indonesia ada yang ditemukan di sekitar kepulauan Hawaii. Penyu diketahui tidak setia pada tempat kelahirannya.

Tidak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan pemangsa alaminya seperti kepiting, burung dan tikus di pantai, serta ikan-ikan besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam.

Di tempat-tempat yang populer sebagai tempat bertelur penyu biasanya sekarang dibangun stasiun penetasan untuk membantu meningkatkan tingkat kelulushidupan (survival). Di Indonesia misalnya terdapat stasiun penetasan di:

  • Pantai selatan Jawa Barat (Pangumbahan, Cikepuh KSPL Chelonia UNAS)
  • pantai selatan Bali (di dekat Kuta)
  • Kalimantan Tengah (Sungai Cabang FNPF)
  • pantai selatan Lombok
  • Jawa Timur (Alas Purwo)
  • Bengkulu (Retak ilir Muko-muko)

Jenis Penyu

Penyu belimbing adalah jenis penyu terbesar bisa mencapai panjang 2,75 meter

Di dunia saat ini hanya ada tujuh jenis penyu yang masih bertahan, yaitu

Dari ketujuh jenis ini, hanya penyu Kemp’s ridley yang tidak pernah tercatat ditemukan di perairan Indonesia.

Dari jenis-jenis tersebut, penyu belimbing adalah yang terbesar dengan ukuran panjang badan mencapai 2,75 meter dan bobot 600 – 900 kilogram. Penyu lekang adalah yang terkecil, dengan bobot sekitar 50 kilogram. Namun demikin, jenis yang paling sering ditemukan adalah penyu hijau.

Penyu, terutama penyu hijau, adalah hewan pemakan tumbuhan yang sesekali memangsa beberapa hewan kecil.

Asal Penyu

Pantai tempat pendaratan penyu di Bali sudah jauh berkurang, hanya tersisa sedikit di beberapa tempat seperti Pantai Perancak dan Penyaringan. Sebagian besar pantai-pantai Bali yang semula menjadi tempat pendaratan penyu sudah berubah menjadi kawasan wisata yang tidak memungkinkan lagi bagi penyu untuk mendarat.

Untuk memenuhi kebutuhan penyu yang tinggi di Bali, para penangkap penyu berlayar sampai Jawa, Sulawesi, Flores dan Irian Jaya untuk mencari penyu. Alasan inilah yang menyebabkan kenapa perdagangan penyu di Bali menjadi ancaman serius bagi kelestarian penyu di alam. Perdagangan penyu di Bali telah mendorong penangkapan besar-besaran penyu di luar Bali.

Penangkapan penyu ini dimodali oleh Wewe dan pemilik penampungan penyu di Tanjung Benoa. Wewe mempunyai sekitar 10 kapal, sedangkan Rasta diperkirakan mempunya 4-5 kapal.

Seorang anggota ProFauna Indonesia yang berkunjung ke Pulau Kukusan, Flores melaporkan bahwa di pulau tersebut ada tempat penampungan sementara penyu milik Haji Mustajid. Setelah terkumpul banyak, penyu-penyu tersebut nantinya akan dikirim ke Bali. Setiap kali pengiriman jumlahnya berkisar antara 50-100 ekor dengan harga Rp 60.000-80.000 per ekor. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga penyu di Bali yang sekitar Rp 500.000-1 juta per ekornya.

Florian Weiss, seorang sukarelawan ProFauna Indonesia berkebangsaan Jerman, pada bulan Januari-Februari 2001 melakukan penelitian tentang kehidupan nelayan di Pulau Tukangbesi, Sulawesi Tenggara, melaporkan bahwa disana para nelayan juga menangkap penyu untuk dikirim ke Bali. Sebelumnya para nelayan tersebut menangkap penyu hanya untuk kepentingan tradisional saja, namun sejak mereka tahu bahwa Bali membutuhkan penyu yang banyak dengan harga yang mahal, maka penangkapan penyu dilakukan lebih intensif untuk dikirim ke Bali.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s