L♥Ve'a

giVe oTherS iN oUr LifE

Penyu uNtuk kepentingan komersil April 19, 2010

Filed under: Penyu — loveabi @ 9:54 am

Harga seekor penyu adalah Rp 500.000-1 juta, tergantung ukurannya. Jika sudah dalam bentuk daging harganya adalah Rp 25.000 per kilogram. Sedangkan kulitnya yang sudah kering biasanya dijual seharga Rp 80.000/kg. Daging penyu masih diperjualbelikan dengan bebas, misalnya seperti yang terjadi di Pasar Kumbasari Badung dan Pasar Bualu. Para penjual sate penyu juga masih bertebaran di Tanjung Benoa, Badung dan Denpasar.

Fakta menunjukan bahwa sebagian besar perdagangan penyu adalah untuk kepentingan komersil, bukan untuk kepentingan adat atau agama. Apalagi sejumlah Pedanda (Pendeta umat Hindu), misalnya Ida Ratu Pedanda Ngurah Kaleran mengatakan bahwa tidak ada keharusan memakai daging penyu dalam upacara adat atau agama, karena pada prinsipnya Agama Hindu mengajarkan welas asih dan tidak saling menyakiti.

Alasan pemanfaatan penyu untuk upacara adat dan agama adalah alasan yang sama sekali tidak mendasar, dan hanya merupakan alat pembenaran dari perdagangan penyu tersebut. Fakta membuktikan bahwa penyu-penyu tersebut dimanfaatkan untuk sate penyu yang kemudian dijual bebas setiap hari di Benoa, Denpasar, Serangan dan Gianyar. Beberapa Pedanda mengatakan, seandainyapun dalam upacara harus menggunakan penyu maka jumlah penyu yang dibutuhkan tidak akan lebih dari 300 ekor dalam satu tahun.

Konsumen Sate Penyu

Perdagangan sate penyu banyak terkosentrasi di Denpasar Selatan dan Kabupaten Badung, serta sedikit di Gianyar. Sebagian besar konsumennya adalah penduduk domestik, bukan wisatawan asing. Namun ada juga wisatawan asing yang terlihat membeli sate penyu, biasanya mereka adalah wisatawan asal Taiwan. Harga sate penyu tersebut rata-rata adalah Rp 8000 per porsi (berisi10 tusuk sate).

Selama bulan Februari-Mei 2001, jumlah penyu yang ada di penampungan tidak terlalu banyak. Penampungan yang paling banyak menyimpan penyu adalah penampungan milik Hasan, sedangkan yang paling sedikit adalah milik Daang. Penampungan milik Rasta diduga juga menyimpan banyak penyu, hanya saja tempatnya sangat tertutup sehingga sulit untuk dipantau. Jika semuanya dibuat rata-rata maka setiap bulannya rata-rata ada sekitar 199 ekor penyu di keenam tempat penampungan penyu tersebut. ProFauna Indonesia yakin bahwa jumlah penyu yang ada di penampungan jauh lebih besar daripada jumlah yang dapat terpantau.

Jumlah kapal penangkap penyu yang masuk ke Benoa yang terpantau oleh ProFauna Indonesia juga tidak terlalu banyak. Tercatat hanya ada 4 kali kapal bermuatan penyu yang masuk ke Tanjung Benoa selama bulan Februari-Mei 2001 dengan jumlah total muatan 490 ekor penyu. Kapal-kapal ini biasanya berlabuh di Tanjung Benoa pada pagi-pagi sekali atau malam hari. ProFauna percaya bahwa jumlah kapal yang masuk jauh lebih besar dari yang terlihat, namun cukup sulit memantaunya di malam hari.

Jenis penyu yang ada di tempat penampungan semuanya adalah jenis penyu hijau (Chelonia mydas). Penyu hijau ini di Bali diambil dagingnya untuk dibuat sate dan lawar (masakan tradisional Bali).

Penyu-penyu yang ada di penampungan di Tanjung Benoa tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke daerah lain seperti Denpasar, Serangan dan Ketewel Gianyar. Hampir setiap hari selalu ada pengiriman penyu ke luar Benoa. Jumlahnya bervariasi, antara 5 hingga puluhan ekor. Penyu-penyu tersebut biasanya dikirim menggunakan mobil pick up (mobil bak terbuka) yang tertutup terpal. Penyu-penyu tersebut masih dalam keadaan hidup.

Pemotongan penyu ini terlihat sadis, yaitu penyu yang masih hidup dibalik sehingga kerapasnya (tempurungnya) berada di bawah. Selanjutnya masih dalam keadaan hidup, bagian tepi perut penyu tersebut dipotong memutar sampai kulitnya terbuka dan terlihat isi perut penyu tersebut. Selama proses pemotongan ini, penyu tersebut masih terlihat bergerak-gerak kesakitan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s