L♥Ve'a

giVe oTherS iN oUr LifE

Apa saja Tindakan yang tElah dilakukan..???? April 19, 2010

Filed under: Penyu — loveabi @ 9:58 am

Tindakan Pemerintah

Walaupun agak terlambat, dalam satu tahun terakhir ini pemerintah, khususnya Unit Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali dan kepolisian setempat cukup gencar memerangi perdagangan penyu di Bali. ProFauna Indonesia dan Unit KSDA Bali secara intensif melakukan koordinasi untuk menegakan hukum perlindungan penyu.

Dalam beberapa kali dialog dengan ProFauna Indonesia, Gubernur Bali melalui wakilnya I Gusti Bagus Alit Putra, menyatakan mendukung tindakan tegas yang diambil Kepala Kepolisian daerah (KaPolda) Bali untuk menangkap orang yang terbukti melakukan perdagangan penyu. Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Kantor Kementrian Lingkungan Hidup dan Direktorat Jenderal Pelestarian dan Konservasi Alam (PKA) Departemen Kehutanan.

Pada tanggal 4 Oktober 2000 petugas KSDA, TNI AL dan kepolisian menangkap Kapal Motor (KM) Bintang Emas bermuatan puluhan ekor penyu yang dinahkodai oleh Maliani. Kapal tersebut terbukti membawa 90 ekor penyu hijau yang ditangkap dari perairan Sulawesi. Maliani mengaku bahwa kapal tersebut adalah milik Wewe yang tinggal di Tanjung Benoa.

Kemudian 1 ekor penyu disita oleh petugas sebagai barang bukti, sedangkan sisanya dititipkan ke Wewe. Ketika keesokan harinya (tanggal 5 Oktober 2000) petugas KSDA datang ke Tanjung Benoa untuk memeriksa barang bukti (penyu) ternyata penyu-penyu tersebut telah dijual oleh Wewe. Penyu-penyu tersebut dijual seharga Rp 125.000-320.000 per ekor. Dari hasil penjualan penyu sitaan tersebut, didapatkan uang sebesar Rp 17.416.000.

Kasus ini kemudian dibawa ke Pengadilan Negeri Denpasar dengan terdakwa Maliani dan Wewe. Setelah melalui persidangan yang sering ditunda, akhirnya pada tanggal 12 April 2001 terdakwa Maliani divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara 8 bulan dan denda Rp 1 juta. Sementara itu Wewe juga divonis bersalah pada tanggal 9 Mei 2001 dan dijatuhi hukuman penjara 1 tahun dengan denda 3 juta. Wewe dan Maliani secara nyata terbukti telah melanggar UU No 5 tahun 1990 dan PP no 7 tahun 1999.

Meskipun telah divonis bersalah, Wewe masih bebas berkeliaran, tidak langsung masuk Penjara. Sementara itu Maliani, anak buah Wewe, telah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan. Sehari setelah divonis bersalah, Wewe langsung mengajukan banding. Alasan banding inilah yang dipakai oleh jaksa untuk tidak menahan Wewe. Seharusnya setelah divonis Wewe langsung ditahan, agar dia tidak mempunyai kesemapatan untuk mempengaruhi pedagang-pedagang yang lain. Walaupun sudah ada surat perintah dari Pengadilan Tinggi no PT/81/Pen.Pid/2001 untuk segera menahan Wewe , namun sampai laporan ini selesai dibuat (Januari 2003) Wewe masih bebas dan perdagangan penyupun masih berlangsung.

Sejak disidangkannya kasus perdagangan penyu yang melibatkan Maliani dan Wewe, perdagangan penyu cenderung menurun. Pedagang yang lain sepertinya masih menunggu dan melihat (wait and see) apakah Wewe benar-benar akan dihukum berat atau hanya dijatuhi hukuman ringan.

Dukungan Internasional dan Ancaman Boikot Pariwisata

Perdagangan penyu di Bali menjadi perhatian serius dari dunia internasional. Bukan saja karena Bali menjadi pusat perdagangan penyu di Indonesia, namun juga karena sebagai tujuan utama wisata di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir ini ProFauna Indonesia bersama Humane Society International, aktif melakukan kampanye untuk melestarikan penyu. Kampanye internasional perlindungan penyu Indonesia yang dilakukan organisasi lain seperti WSPA dan PADI, juga terus dilakukan.

Dalam lima bulan terakhirini, KSBK menerima lebih dari 200 surat dari lembaga-lembaga internasional yang menaruh perhatian terhadap perdagangan penyu di Bali. Surat-surat tersebut oleh ProFauna kemudian diteruskan ke pemerintah, dengan harapan pemerintah akan lebih serius dalam menangani isu perdagangan penyu di Bali. Ribuan email dan surat dari individu-individu dari seluruh dunia, seperti Inggris, Australia, Amerika, Jerman, Swiss, India, Malaysia, Belanda, dan sebagainya juga terus mengalir ke kantor ProFauna Indonesia.

Sebagian besar ribuan surat tersebut mengutuk keras praktek perdagangan dan pembantaian penyu di Bali. Mereka juga menuntut agar pedagang besar penyu seperti Wewe dapat ditindak tegas sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia. Banyak diantara mereka yang mengancam melakukan kampanye boikot pariwisata Bali jika pemerintah tidak serius dalam menghentikan perdagangan penyu di Bali. Ancaman ini terlihat serius, karena banyak diantara mereka adalah para pemilik biro-biro wisata di luar negeri dan instruktur selam, yang mempunyai akses untuk mempengaruhi calon wisatawan yang hendak berkunjung ke Indonesia. Pihak Kementrian Lingkungan Hidup juga membenarkan bahwa mereka juga banyak menerima surat tersebut.

Badan Lingkungan (UNEP) PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dalam suratnya ke ProFauna Indonesia untuk diteruskan ke pemerintah Indonesia, menyerukan agar pemerintah Indonesia bertindak tegas dalam menegakan hukum perlindungan penyu.

Sebagian besar wisatawan berkunjung ke Bali adalah untuk menikmati keindahan alam dan budayanya, bukan untuk melihat perdagangan penyu yang menyedihkan. Kegiatan-kegiatan alam seperti selancar dan menyelam adalah salah satu kegiatan favorit bagi wisatawan asing. Dan bagi penyelam, penyu adalah salah satu daya tarik bagi mereka untuk menyelam. Penangkapan penyu di alam untuk diperdagangkan hanya akan mempercepat laju kepunahan penyu.

Perdagangan penyu akan memperburuk citra Bali di mata internasional, sementara konstribusi perdagangan penyu bagi negara sangatlah kecil. Bagaimanapun juga Bali telah terkenal di seluruh dunia sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia, sehingga peristiwa-peristiwa buruk seperti perdagangan penyu akan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s